Individu , Keluarga Dan Masyarakat
                                                                          Disusun oleh : 
Mochammad Avien Chiena
Kelas 1IA16
TEKNIK INFORMATIKA
Alamat : Jl.Margonda Raya 100 Depok West Java,INDONESIA
Kode Pos : 16424
Telepon/Faks : +62-21-78881112 ext.234






Kata Pengantar


Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang Individu,Keluarga dan Masyarakat.

    Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
    
    Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
    
    Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang Individu,Keluarga dan Masyarakat ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.


                                                                    Depok, 1 Januari 2018
    
                                                                                                                                                                                                                                                   Mochammad Avien Chiena







DAFTAR ISI


Kata Pengantar                                                                                            ii
Daftar Isi                                                                                                        iii
Bab I Pendahuluan
Latar Belakang                                                                                       1
Bab II Pembahasan
A.   Individu                                                                                       2
B.   Keluarga                                                                                     2
C.   Masyarakat                                                                                   4
D.   Interaksional antara Individu keluarga dan masyarakat       4
Bab III Penutup
Kesimpulan                                                                                                  8
Daftar Pustaka                                                                                             9











BAB 1

PENDAHULUAN


Sebagai seorang manusia hendaknya kita mengetahui bahwa Allah SWT menciptakan makhluk-makhluk nya untuk saling membantu. Oleh karena itu kami mencoba untuk mengingatkan kembali akan pentingnya bermasyarakat karena manusia adalah makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk Individu,Keluarga dan Masyarakat oleh karenanya manusia dapat dikatan sebagai makhluk social yang selalu hidup berkelompok atau berorganisasi dan membutuhkan orang lain. Masyarakat adalah tempat berkumpulnya individu-individu yang hidup secara social, masyarakat terdiri dari “saya”, “anda” dan “mereka” yang memiliki kehendak dan keinginan hidup bersama. Kita tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu dan makhluk social serta memahami tugas dan kewajibannya dalam setiap tatanan kehidupan berkelompok dan dalam struktur dan system kehidupan social yang ada.


BAB 2

PEMBAHASAN


A.   Individu
    Kata individu berasal dari kata latin, yaitu individuum yang artinya tak terbagi. Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia.

    Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi , melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dengan demikian sering digunakan sebutan orang-seorang , terjadi diferensiasi dengan corak sifat dan tabiat beraneka macam.

   Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan, bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanyak memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melaikan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.

B.   Keluarga
    Keluarga diartikan sebagai suatu satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial, yang ditandai adanya kerja sama ekonomi. Fungsi keluarga adalah berkembang biak, mensosialisasi atau mendidik anak , menolong , melindungi atau merawat orang-orang tua. Fungsi umum keluarga meliputi :

1.    Pengaturan seksual
    Dapat dibayangkan kekacauan yang terjadi apabila tidak ada pengaturan seksual. Misalnya jika anak tidak mempunyai ayah yang sah atau ayah yang salah , maka kewajiban-kewajiban itu menjadi kacau atau tidak dijalankan, atau bertentangan dengan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan.




2.    Reproduksi
    Berkembangnya teknologi kedokteran, selain memberikan dampak positif bagi program keluarga berencana, dapat pula menimbulkan masalah terpisahnya kepuasan seksual dengan pembiakan. Kehadiran anggota baru dapat dipandang sebagai penunjang atau malapetaka, bagi masyarakat tani dapat dikatakan menunjang  terutama dalam penyediaan tenaga kerja.

3.    Sosialisasi
    Manusia sebagai makhluk dalam evolusinya lebih bergantung kepada kebudayaan , dan bukan kepada naluri atau insting.

4.    Pemeliharaan
    Masa kehamilan yang cukup Panjang disertai masa kritis dan tugas menyusui berlarut-larut , membuat ibu yang sedang hamil perlu perlindungan dan pemeliharaan. Demikian pula anaka yang baru dilahirkan sampai jangka kebutuhan hidupnya.

5.    Penempatan anak di dalam masyarakat
    Jangan menentukan penempatan sosial seorang anak, pengaturan wewenang membantu menentukan kewajiban peranan orang-orang dewasa terhadap sang anak. Anak merupaka symbol berbagai macam hubungan peran yang penting di antara orang-orang dewasa.

6.    Pemuas kebutuhan Perseorangan
    Hubungan suami istri dibentuk oleh jaringan teman-teman dan anak di tempat mereka hidup, tetapi teman tidak dapat menggantikan kepuasan hubungan suami-istri dengan anaknya. Setiap orang tua menjalin hubungan emosional yang erat segera setelah kelahiran seorang bayi.

7.    Kontrol sosial
    Keluarga yang berfungsi dalam sosialisasi , yaitu bagi setiap individu pada saat dia tumbuh menjadi dewasa , memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan umum untuk mengarahkan aktivitasnya dalam masyarakat , dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadianya.
    Selain fungsi keluarga yang sudah jelas diatas , ada pula peristiwa terputusnya sistem keluarga. Kekacauan keluarga merupakan bahan pergunjingan umum karena pengalaman itu biasanya dramatis , menyangkut pilihan moral dan penyesuaian-penyesuaian pribadi yangdilematis.

C.   Masyarakat
     Dalam bahasa inggris masyarakat disebut society , asal katanya socius yang artinya kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa arab, yaitu syirk yang artinya bergaul. Adanya saling bergaul initentu karena ada bentuk-bentuk aturan hidup, yang bukan disebabkan olehmanusia sebagai perseorangan , melainkan oleh unsur-unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan.
    Untuk arti yang lebih khusus masyarakat disebut pula kesatuan sosial , mempunyai ikatan-ikatan kasih sayang yang erat. Mirip jiwa manusia , yang dapat diketahui , pertama melalui kelakuan dan perbuatannya sebagai penjelmaanya yang lahir , kedua melalui pengalaman batin dalam roh manusia perseorangan sendiri.
    Kesatuan sosial mempunyai kehidupan jiwa seperti adanya ungkapan-ungkapan jiwa rakyat , kehendak rakyat , kesadaran masyarakat , dan sebagainya. Dalam hal ini individu berada di bawah pengaruh suatu kesatuan sosial .

D.   Interaksional Antara Individu , Keluarga , Dan Masyarakat  
         Adanya aspek organis-jasmaniah, psikis-rohaniah, dan sosial-kebersamaan yang melekat pada individu , mengakibatkan bahwa kodratnya ialah untuk hidup bersama manusia lain.

     Individu barulah individu apabila pola perilakunya yang khas dirinya itu diproyeksikan pada suatulingkungan sosial yang disebut masyarakat. Kekhasan atau penyimpangan dari pola perilaku kolektif menjadikannya individu , menurut relasi dengan lingkungan sosialnya yang bersifat majemuk serta simultan.
           Menganai relasi individu dengan lingkungan sosialnya ada sebagai berikut :
a.    Relasi individu dengan dirinya
    Merupakan masalah khas psikologis. Di sinimuncul istilah-istilah Ego,Id,dan Superego serta dipersonalisasikan (apabila relasi individu dengan dirinya adalah seperti dengan orang asing saja), dan sebagainya.
b.    Relasi individu dengan keluarga
    Individu memliki relasi mutlak dengan keluarga. Ia dilahirkan dari keluarga, tumbuh dan berkembang untuk kemudian membentuk sendiri keluarga batinya.
c.    Relasi individu dengan lembaga
    Lembaga diartikan sebagai norma-norma yang berintegrasi di sekitar suatu fungsi masyarakat yang penting. Jadi, ada segi kultural beruma norma-norma dan nilai-nilai. Juga dari segi strukturalnya berupaperbagai peranan sosial. Berfungsi dalam integrasi dan stabilitas karena lembaga sosial merupakan keutuhan tatanan perilaku manusia dalam kebersamaan hidup.
d.    Relasi individu dengan komunitas
    Dalam sosiologi , komunitas diartikan sebagai satuan kebersamaan hidup sejumlah orang banyak yang memiliki ciri-ciri:
1.    Teritorialitas yang terbatas
2.    Keorganisasian tata kehidupan bersama
3.    Berlakunya nilai-nilai dan orientasi nilai yang kolektif.
e.    Relasi individu dengan masyarakat
    Masyarakat merupakan satuan lingkungan sosial yang bersifat makro. Aspek teritorium kurang ditekankan, namun aspek keteraturan sosial dan wawasan hidup kolektif memperoleh bobot yang lebih besar. Kedua aspek itu menunjuk kepada derajat integrasi masyarakat karena keteraturan esensial dan hidup kolektif ditentukan oleh kemantapan unsur-unsur masyarakat yang terdiri dari pranata,status,dan peranan individu.
f.     Relasi individu dengan nasion
Menurut ernest renan (1823-1892), nasion adalah suatu jiwa, suatu asas spiritual,suatu solidaritas yangbesar yang berbentuk oleh perasaan yang timbul sebagai akibat pengorbanan-pengorbanan yang telah dibuat dan yang dalam masa depan bersedia dibuat lagi.
  

BAB 3

PENUTUP


            Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
            Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman untuk memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempata-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.




Kesimpulan :


Dari seluruh uraian mengenai relasi individu dengan enam macam lingkungan sosial , mulai dari keluarga sampai nasion , dapat di simpulkan bahwa individu mempunyai makna langsungapabila konteks situasional adalah keluarga atau lembaga sosial , sedangkan individu dalam konteks lingkungan sosial lebih besar , seperti masyarakat atau nasion, posisi dan peranannya semakin abstrak.

Daftar Pustaka


Munandar Soelaeman, M., 2015, Ilmu Sosial Dasar, Bandung, PT. Refika Aditama.



Komentar

Postingan Populer