Tugas Makalah Pemuda dan Sosialisasi Mochammad Avien Chiena






Pemuda Dan Sosialisasi
     Disusun oleh : 
Mochammad Avien Chiena
Kelas 1IA16
TEKNIK INFORMATIKA
Alamat : Jl.Margonda Raya 100 Depok West Java,INDONESIA
Kode Pos : 16424
Telepon/Faks : +62-21-78881112 ext.234






Kata Pengantar


Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang Individu, Keluarga, dan Masyarakat.

    Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
    
    Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
    
    Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang Individu,Keluarga dan Masyarakat ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.


                                                                    Depok, 1 Januari 2018
    
                                                                                                                                                                                                                Mochammad Avien Chiena



DAFTAR ISI
Kata Pengantar                                                                                                                       2
Daftar Isi                                                                                                                                  3
Bab I Pendahuluan
Latar Belakang                                                                                                                   4
Bab II Pembahasan
A.   Pemuda dan Permasalahanya                                                                                5
B.   Sosialisasi Pemuda                                                                                                 7
Bab III Penutup
Kesimpulan                                                                                                                      11
     Daftar Pustaka                                                                                                                  12



BAB 1

PENDAHULUAN

Umum telah menyadari bahwa “pemuda” atau “generasi muda” merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai. Hal ini sering lebih merupakan pengertian ideologis dengan kultural dari pada pengertian ilmiah. Misalnya “pemuda harapan bangsa”,”pemuda pemilik masa depan”, dan sebagianya yang kesemuanya merupakan beban moral bagi pemuda. Tetapi di lain pihak pemuda menghadapi persoalan-persoalan seperti ungkapan frustasi, masa depan suram,kecemasan,kenakalan pemuda, dan masalah lainya. Dalam hubungan ini kemungkinan timbul konflik dalam berbagai bentuk protes, baik yang terbuka maupun yang terselubung. Dalam pengertian sekarang gejolak pemuda itu disebut gerakan mencari identitas pemuda.

Kelompok umur pemuda,menurut literature psikologi,masih dianggap kelompok yang terbuang dari kawanan manusia dengan suatu subkultur tersendiri karena masa pemuda ditandai dengan berbagai perubahan menuju arah tercapainya kematangan dalam berbagai aspek. Di satu pihak menimbulkan masalah penyediaan lapangan kerja,alokasi peran sosial, dan menggungah kestabilan sosal.

                                                                                   BAB 2

PEMBAHASAN


A.           Pemuda Dan Permasalahanya
Pemuda sering juga disebut “generasi muda” , merupakan istilah demografis dan sosiologis dalam konteks tertentu. Beberapa literature mengemukakan bahwa yang di maksud dengan pemuda ialah:
a)  Mereka yang berumur antara 10-24 thn
b)  Mereka yang berumur antara 15-30 thn
c)  Mereka yang berumur antara 15-35 thn
d)  Mereka yang secara psikologis mempunyai jiwa muda dan mempunyai identitas kepemudaan
Dari beberapa pendapat diatas dapatlah dikemukakan bahwa yang di maksud dengan pemuda adalah merekan yang berumur 10-35 thn atau lebih, dengan catatan, yang lebih dari 35 thn tersebut secara psikologis mempunyai jiwa kepemudaan.
Peranan pemuda dalam masyarakat dan bangsa telah digariskan dalam GBHN,yaitu(secara ringkas):
1.  Pengembangan generasi muda dipersiapkan untuk kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional, dengan patriotism,idealism,kepribadian dan budi yang luhur
2.  Pengembangan wadah pembinaan generasi muda , seperti sekolah, organisasi fungsional pemuda seperti KNPI, pramuka,organisasi olah raga, dll
3.  Perlu diwujudkan suatu kebijaksanaan nasional tentang kepemudaan secara menyeluruh dan terpadu.
Akan tetapi , apabila melihat peranan pemuda sebuhungan dengan pembangunan , peranan itu dibedakna menjadi dua yaitu:
a.  Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkunganya
b.  Didasarkan atas usaha menolak penyesuaian diri dengan lingkungan
Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai makhluk moral,makhluk sosial. Artinya beretika,bersusila,dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi.bertindak diatas kebenaran dengan landasan hukum.
Saratnya peranan pemuda seperti tercantuk dalam GBHN dan pentingnya kedudukan pemuda dalam masyarakat, memerlukan pemuda memahami hakikat kepemudaanya sendiri dalam wawasan kehidupan.
1.  Perlu disadari bahwa proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu kontinum yang sambung bersambung , melainkan fragmentaris,terpecah-pecah, dan setiap fragmen mempunyai arti sendiri-sendiri.
2.  Posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri mempunyai pola yang banyak sedikit sudah tertentu, dan ditentukan oleh suatu pemikiran yang diwakili oleh generasi tua yang tersembunyi di balik tradisi.

B.           Sosialisai Pemuda
Melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan.
Dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengan-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi , menjadi manusia masyarakat dan beradab.
Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubunganya dengan system sosial. Dalam proses tersebut seorang individu dari masa anak-anak hingga masa dewasa belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu sekelilingnya, yangmenduduki beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap individu dalam masyarakat yang berbeda mengalami proses sosialisasi yang berbeda pula karena proses sosialisasi banyak dintentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan.berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu,sosialisasi dititikberatkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang.
Asal mula timbulnya kedirian:
a.  Dalam proses sosialisasi mendapatkan bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya.
b.  Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang yang bersankutan mengetahui dengan pasi apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain.
Dimensi kedirian di antaranya adalah teori Freud tentang hasrat,keinginan pada diri seseorang/anti biologis , mediator kompromi antara hasrat seseorang dengan tuntutan masyarakat/akal pikiran dan kesadaran sosial atau social conscience yang mengawasi motivasi-motivasi. Dalam hal ini ada tiga elemen atau langkah yaitu:
a.  Imajinasi tentang bagaimana seseorang tampil dihadapan pihak lainnya
b.  Imajinasi tentan bagaimana pihak lain menilai penampilan tersebut
c.   Reaksi-reaksi emosional terhadapa pendirian pihak lain
Setiap orang tentu mempunyai kepribadian. Dan tidak ada satu pun kepribadian yang dapat dikatakan baik dan buruk,kecuali dengan menggunakan standar moral tertentu. Minimal ada empat faktor penting yang menentukan kepribadian, yaitu:
a.  Keturuan
b.  Lingkungan tempat
c.   Tempat fisik kehidupan sosial
d.  Lingkungan sosial dan budaya
Karena dalam sosialisasi pengintegrasian indiidu dalam kelompok lebih berkembang, maka lingkungan atau jalur organisasi fungsional harus memberikan teladan dalam pola-pola tindaknya. Pembinaan pemuda yang ada dan sedang berjalan dilakukan melalui tiga jalur,yaitu:
a.  Jalur pendidikan mulai dari pendidikan dalam keluarga,sekolah taman kanan-kanan,sampai di perguruan tinggi.
b.  Jalur organisasi fungsional pemuda mulai dari KNPI,Pramuka,dan organisasi-organisasi lainya
c.   Jalur media massa, dengan cara menyajikan artikel yang mengandung nilai-nilai budaya , bangsa , dan agama.


                                                                         BAB 3

PENUTUP


Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman untuk memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempata-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
Pemuda dan sosialisasi adalah semua perubahan atau tingkah laku seorang pemuda dalam menghadapi/berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, juga bagaimana pandangan masyarakat sekitar terhadap seorang pemuda yang ingin bersosialisasi.

                                                         Daftar Pustaka :

Munandar Soelaeman, M., 2015, Ilmu Sosial Dasar, Bandung, PT. Refika Aditama.





Komentar

Postingan Populer