Penduduk , Masyarakat dan Kebudayaan

                                                                         Disusun oleh : 
Mochammad Avien Chiena
Kelas 1IA16
TEKNIK INFORMATIKA
Alamat : Jl.Margonda Raya 100 Depok West Java,INDONESIA
Kode Pos : 16424
Telepon/Faks : +62-21-78881112 ext.234






Kata Pengantar


Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang Individu,Keluarga dan Masyarakat.

    Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
    
    Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
    
    Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang Individu,Keluarga dan Masyarakat ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.


                                                                    Depok, 1 Januari 2018
    
                                                                                                                                                                                                                                                    Mochammad Avien Chiena




DAFTAR ISI


Kata Pengantar                                                                                            ii
Daftar Isi                                                                                                        iii
Bab I Pendahuluan
Latar Belakang                                                                                      1
Bab II Pembahasan
A.   Penyebaran penduduk di muka bumi                                         2
B.   Jumlah penduduk dalam sejarah                                                2
C.   Masalah kependudukan di indonesia                                         3
D.   Kebijaksanaan Kependudukan                                                   4
E.   Kependudukan dan Pembangunan                                           4
F.    Kependudukan Keluarga Berencana dan Agama                   5
Bab III Penutup
Kesimpulan                                                                                                 8
Daftar Pustaka                                                                                             9










BAB 1

PENDAHULUAN


    Di era dewasa ini kemajuan tekhnologi dan informasi sangat mempengaruhi pada kehidupan sosial Masyarakat. Dampak tersebut mempengaruhi pada hal Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan. Dari waktu kewaktu kurva jumlah pendudukpun semakin tinggi. Sehingga mengakibatkan kepadatan penduduk. Selain itu, akibat dari kecanggihan zaman teknologi saat ini membuat perlahan-lahan budaya tradisional di tinggalkan. Bila tidak di lestarikan, kemungkinan budaya dari nenek moyang pun akan punah dan tidak dapat di wariskan pada generasi-generasi berikutnya.

BAB 2

PEMBAHASAN


A.   Penyebaran penduduk di muka bumi
   Peyebaran penduduk dapatlah diartikan pindahnya penduduk dari satu tempat ke tempat lain oleh apapun sebabnya, yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan penduduk.
    Penyebaran penduduk juga tidak terlepas dari konsep tentang kemajuan masyarakat atau kemajuan kebudayaan manusia yang dengan lambat berkembang dari bentuk-bentuk yang kompleks. Mulai dari tingkat masyarakat berburu atau tingkat liar , tingkat berternak atau tingkat barbar , dan tingkat pertanian ketika berkembang peradaban.
    Mengenai penyebaran manusia , ahli-ahli tulisan kuno telah memperkirakan bahwa makhluk manusia terjadi di suatu daerah tertentu di muka bumi , yaitu daerah saban topis di afrika timur. 
B.   Jumlah penduduk dalam sejarah
     Perkataan sejarah untuk masalah jumlah penduduk adalah relevan kalau diartikan sebagai rangkaian peristiwa yang benar terjadi. Ini merupakan bagian dari usahan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan kita dengan jalan rekontruksi ingatan mengenai segala sesuatu yang pernah terjadi dan pernah pula dikatakan, tentang jumlah penduduk dengan segala aspeknya.
    Dalam arti luas penduduk atau populasi adalah sejumlah makhluk sejenis yang mendiami atau menduduki suatu tempat tertentu. Mempelajari penduduk pada hakikatnya mengadakanpendekatan terhadap tiga sudut pandangan,yaitu :

a.    Untuk memperoleh data penduduk yang nyata
b.    Untuk memperoleh penafsiran tabiat sosial
c.    Untuk melakukan aksi sosial , yaitu mengetahui secara komprehensif dengan mengkombinasikan ketiga segi tersebut


       Adapun ilmu yang menggumuli masalah penduduk adalah demografi yang artinya demos: rakyat , graphien:menguraikan, menceritakan, yang hanya terbatas pada fakta dan pengumpulan data . faktor penting dalam masalah kependudukan adalah kesadaran. Misalnya jumlah anak yang banyak perlu dihayati, apakah merupakan masalah atau tidak , dan bagaimana mengenai kesehatannya ,kebebasannya , pengetahuannya dan pembiayaanya.
   
   Sudut pandang dari segi naturalistik menyatakan , bahwa pertumbuhan penduduk ditentukan oleh bahan makanan yang bergantung dari lingkungan, sehingga dikenal dengan adanya teori ekonomi lingkungan seperti:
a.    Teori pearl
b.    Teori gini
c.    Teori sosial
d.    Teori tansisi demografi


C.   Masalah kependudukan di indonesia
    Dalam proses pembangunan , upaya mengendalikan kependudukan di Indonesia perlu memperhitungkan beberapa determinasi pembangunan , di antaranya lapangan kerja , pendidikan , kesehatan , penyediaan pangan , kebutuhan pokok , industrialisasi , pengolahan energi , dan lingkungan pembangunan daerah.

     Profil demografi kependudukan Indonesia meliputi ciri pokok dan sifat kependudukannya ,yaitu jumlah yang besar , pertumbuhancukup tinggi , penyebaran tidak merata , stuktur umur muda , dan sifat sosial ekonomi yang mencerminkan keterbelakangan .
  
    Disamping pertumbuhan, penyebaran , dan kepadatan komposisi umur penduduk juga memegang peranan penting dalam mengkaji sifat-sifat kependudukan.


D.   Kebijaksaan kependudukan
    Masalah kependudukan yang membayangi agenda pembangunan indonesia sebagaimana diuraikan di atas adalah menurut adanya suatu kebijaksanaan kependudukan yang menyeluruh dan terpadu . kebijaksanaan kependudukan indonesia itu harus mencakup sasaran kuantitatif maupun sasaran kualitatif.

    Tampaknya ada dua alasan , kenapa dimasa lampau corak kebijaksanaan kependudukan indonesia berbeda dengan tuntutan kebijaksanaan kependudukanmasa kini :
1.    Karena di masa lampau penduduk di pandang lebih sebagai potensi nasional. Pertambahanpenduduk berarti pertambahan tenaga kerja bagi perkembangan masa depan , pertambahan pasar bagi ekpansi ekonomi dan tambahan potensi pertahanan dan ketahanan nasional
2.    Ada perasaan bahwa tanah air kita kaya-raya, masih amat luas daratan maupun lautannya untuk menampung tambahan penduduk.


E.   Kependudukan dan pembangunan
   Proses pembangunan sebenarnya merupakan suatu perubahan sosial budaya, pembangunan , supaya menjadi suatu proses yang dapat bergerak maju atas kekuatan sendiri , bergantung kepada manusia dan struktur sosialnya.

    Jadi umumnya pembangunan adalah suatu proses peningkatan yang terus-menerus pendapatan per jiwa penduduk. Hal ini tercapai berkat peningkatan produktivitas perjiwa penduduk , sebagaimana tercermin dalam kenaikan yang terus-menerus pada kemampuan ekonomi untuk menghasilkan barang-barang persatuan jam kerja.
 

    Akhirnya terdapat pula pendapat bahwa pertumbuhan penduduk mempenganruhi stabilitas , baik politik maupun sosial, berkat pengaruhnya kepada pencapaian keseimbangan di dalam negeri dan peningkatan jumlah penduduk sebagai sumber kekuasaan politik dan militer.

    Kemampuan yang tersimpul dalam pertumbuhan penduduk untuk meningkatkan segi suplai adalah unsur yang utama dari penduduk untuk mampu memberi pengaruh yang menguntungkan.


F.    Kependudukan keluarga berencana dan agama
    GBHN tahun 1988 bab VI menyatakan bahwa program keluarga berencana diperluas ke seluruh wilayah dan masyarakat termasuk daerah-daerah pemukiman baru.
   
    Program KB ini , di mulai oleh kepeloporan perkumpulan keluarga berencana indonesia yang dimulai thn 1957, meskipun KB-nya sudah disampaikan sejak thn 1952 melalui radio di yogyakarta. Strategi dari BKKBN di kenal dengan panca karya , yaitu :
1.    Mendorong pasang usia subur yang istrinya belum 30thn atau jumlah anak kurang dari 3 agar mempunyai anak maksimal 2 orang .
2.    Membantu pasangan usia subur yang istrinya sudah 30thn atau anak lebih dari 3 agar tidak menambah jumlah anak lagi.
3.    Mengarahkan generasi muda untuk menghayati norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera sebagai cara hidup yang layang dan bertanggung jawab serta menolong mereka untuk lebih banyak bergiat dalam bidang pendudukan.
4.    Memperkuatproses pelembagaan secara dalam usaha KB , sehingga secara kelompok proses penanganan program semakin menjadi bagian yang integral.
5.    Memperkuat proses pelembagaan yang bersifat mental spiritual dan lebih bersifat dukungan psikologis.


    Satu hal yang jelas adalah bahwa mutu kehidupan yang dicita-citakan tidaklah begitu saja bisa dicapai dengan meningkatkan taraf kesehatan dan gizi , lebih sehat dan segarnya lingkungan hidup, atau makin berkurangnya angka kelahiran.

     Selain itu tujuanya haruslah diarahkan kepada pencapaian kesejahteraan individu , keluarga , dan sosial , lahir maupun batin . Maka dalam hubungan ini , masalahnya keluarga berencana sangat erat hubungannya dengan pandangan dan gagasan masyarakat tentang perkawinan dan keluarga . sebabnya adalah perkawinan yang dari padanya tumbuh sebuah keluarga , diyakini dan dihayati sebagai lembaga yang suci dan luhur, dan bahkan merupakan bagian dari keberagamaan seseorang.

BAB 3

PENUTUP


            Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
            Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman untuk memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempata-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.




Kesimpulan :

Dari hasil pengamatan literatur dan pengamatan penelitian koentjaraningrat dan gordon temple setre hasil wawancara pribadi , dapatlah dikemukakan kesimpulan sebagai berikut :
1.    Analisis sosiologis proses demografi , merupakan suatu kajian yang kompleks , integral dari sosiologi demografi , sehinggal sifat hubungan variabelnya adalah reversibel .
2.    Analisi gerak sosial tingkat makro meliputi hal sebagai berikut
a.    Volume gerak penduduk berkaitan dengan kondisi sosial
b.    Ekonomi dan fisik daerah asalnya
   Arah gerak penduduk lebih banyak terjadi pada daerah/desa yang terbuka. Topologi gerak penduduk adalah komutasi dan sirkulasi .

3.    Analisis gerak penduduk pada tingkat mikro diperoleh hal-hal sebagai berikut :
Motivasi gerak penduduk adalah sebagai akibat tersedianya waktu luang , tidak ada pekerjaan di desa , alasan ekonomi dan konflik nilai dengan keluarga.

                                                                Daftar Pustaka :  

Munandar Soelaeman, M., 2015, Ilmu Sosial Dasar, Bandung, PT. Refika Aditama.







Komentar

Postingan Populer